Puluhan Siswa SD di Boyolali Keracunan Usai Jajan Mie Ayam

Keracunan massal menimpa puluhan siswa SD Negeri 1 Desa Bangak, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Selasa (15/3). Mereka mendadak pusing, disertai mual dan bahkan sampai muntah-muntah, usai menyantap jajanan mie ayam saat jam istirahat pagi.
Para siswa mengonsumsi makanan yang dijual pedagang keliling di depan sekolah tersebut saat istirahat pelajaran pukul 09.00. Makanan mie ayam itu disajikan menggunakan gelas plastik. Sekitar satu jam kemudian, puluhan siswa tersebut mulai merasakan gejala keracunan.

Petugas medis tengah menangani siswa yang mengalami keracunan. Foto: metrojateng.com
Petugas medis tengah menangani siswa yang mengalami keracunan. Foto: metrojateng.com
“Saya ikut makan, mie-nya rasanya tidak enak,” kara salah seorang siswa yang mengalami keracunan, Arya.
Mengetahui anak didiknya muntah-muntah, pihak sekolah langsung menghubungi Puskesmas Banyudono 1. Dua dokter Puskesmas segera mendatangi sekolah yang tepat di timur Balai Desa Bangak tersebut.
Kepala SDN 1 Bangak, Paryana, belum bisa memastikan penyebab puluhan siswanya diduga mengalami keracunan. Menurut dia, pedagang mie ayam bakso keliling itu setiap hari jualan di SD tersebut. “Sebenarnya di sekolah ada kantin yang lebih sehat, tetapi yang namanya anak-anak susah diatur untuk jajan di kantin,” kata dia.
Dokter Puskesmas Banyudono I, dr Tri Ratnawati mengatakan, ada sekitar 50 siswa yang mengalami gejala keracunan. Dari riwayatnya, para siswa itu habis makan mie ayam yang dijual di depan sekolah dan disajikan  dalam gelas plastik. “Kami sudah mengambil sampel muntahan siswa untuk diteliti di laboratorium,” ujar dr Ratna.
Dikatakan, kondisi secara umum para siswa yang diduga mengalami keracunan sudah mulai membaik. Namun sebagian masih lemas dan sedang dilakukan observasi. Satu siswa harus dirujuk ke RSU Banyudono untuk mendapatkan penanganan lanjutan, yakni Renata, siswa kelas IV.
Kapolsek Banyudono AKP Bambang Kadarisman, menyatakan masih melakukan penyelidikan kasus ini dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi. Termasuk penjual mie rebus keliling. “Kami belum bisa mengambil kesimpulan, termasuk penyebab pastinya. Kami sudah mengambil sampel sisa mie untuk diperiksa di laboratorium,” tandasnya.
Sementara itu penjual mie ayam bakso, Agus Purnomo, mengaku sudah sudah berjualan keliling sekitar delapan tahun. Baru sebulan terakhir mangkal di SDN 1 Bangak, saat jam istirahat pagi. Agus mengaku tidak menyangka jika puluhan siswa tersebut akan keracunan mie yang dijualnya. Agus mengaku mengolah sendiri mie tersebut.
“Mie itu saya beli juga dari pedagang Pasar Tompen. Saya jual Rp 1.000 untuk ukuran gelas kecil dan Rp 2.000 untuk yang besar,” katanya.